Mahasiswa KKN PPM UGM Tim Pesisir Gorontalo 2025 Sukses Gelar Pelatihan dan Penanaman Bibit Pohon Berbasis Agroforestri untuk Optimalisasi Lahan Petani

Gorontalo, Juli 2025 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) Periode 2 Tahun 2025 yang tergabung dalam Tim Pesisir Gorontalo telah berhasil melaksanakan serangkaian program kerja di wilayah pesisir Provinsi Gorontalo. Salah satu program unggulan mereka adalah kegiatan pelatihan serta penanaman bibit pohon dengan pendekatan agroforestri sebagai strategi pemanfaatan dan optimalisasi lahan pertanian masyarakat setempat.

Program ini bertujuan untuk memberikan solusi jangka panjang terhadap permasalahan keterbatasan lahan produktif, peningkatan daya guna lahan pertanian, serta sebagai upaya mitigasi terhadap dampak perubahan iklim yang kian nyata dirasakan, terutama di wilayah pesisir yang rentan terhadap degradasi lingkungan.

Pelatihan dan Transfer Pengetahuan: Membangun Kesadaran dan Kapasitas Petani

Pelaksanaan program diawali dengan kegiatan pelatihan agroforestri yang melibatkan kelompok tani, tokoh masyarakat, dan aparat desa. Dalam pelatihan tersebut, mahasiswa KKN PPM UGM memaparkan konsep dasar agroforestri, yaitu sistem penggunaan lahan yang mengintegrasikan tanaman pertanian dengan pohon-pohon kehutanan dalam satu unit lahan secara bersamaan atau berurutan.

Melalui pendekatan ini, para petani didorong untuk tidak hanya fokus pada tanaman pangan semusim, tetapi juga memanfaatkan keberadaan pohon berkayu atau pohon buah sebagai bentuk diversifikasi yang meningkatkan nilai ekonomi jangka panjang. Mahasiswa juga menghadirkan narasumber dari Dinas Pertanian dan Kehutanan untuk memperkuat aspek teknis dan regulatif dalam pelatihan.

Peserta pelatihan diberikan pemahaman mengenai jenis-jenis tanaman pohon yang cocok ditanam di lahan pertanian mereka, seperti pohon sengon, nangka, durian, dan mahoni, yang memiliki nilai ekonomis tinggi dan tahan terhadap kondisi iklim lokal.

Penanaman Bibit Pohon: Langkah Nyata Menuju Agroforestri

Setelah proses pelatihan, kegiatan dilanjutkan dengan penanaman ratusan bibit pohon secara kolaboratif bersama masyarakat di lahan-lahan milik petani yang selama ini kurang dimanfaatkan secara maksimal. Kegiatan penanaman ini tidak hanya menjadi simbol penerapan langsung dari teori yang telah disampaikan, tetapi juga sebagai bentuk komitmen kolektif masyarakat dan mahasiswa dalam mendukung pertanian berkelanjutan.

Sebanyak lebih dari 800 bibit pohon ditanam dalam waktu satu pekan, yang tersebar di beberapa dusun di wilayah pesisir tersebut. Pola tanam yang digunakan disesuaikan dengan kondisi lahan dan kebutuhan petani, mulai dari sistem barisan di batas lahan, tumpangsari dengan tanaman jagung dan kacang tanah, hingga skema lorong yang memperhatikan pencahayaan tanaman.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa juga memperkenalkan metode perawatan dan pemantauan pertumbuhan bibit agar dapat tumbuh optimal, termasuk teknik pemangkasan, penyiangan, dan penggunaan pupuk alami berbasis mikroorganisme lokal (MOL).

Dampak dan Harapan Keberlanjutan Program

Program agroforestri ini telah memberikan dampak positif secara langsung kepada masyarakat. Selain membuka wawasan petani terhadap sistem pertanian berkelanjutan, kegiatan ini juga meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga fungsi ekologis lahan pertanian dalam jangka panjang. Keberadaan pohon yang ditanam di lahan pertanian diharapkan dapat memperbaiki kualitas tanah, mengurangi risiko erosi, serta membantu menyerap karbon dioksida sebagai bentuk kontribusi terhadap upaya mitigasi perubahan iklim.

Kepala desa yang turut hadir dalam kegiatan penanaman menyampaikan apresiasi atas inisiatif dan pendampingan mahasiswa KKN PPM UGM. “Kami sangat terbantu dengan adanya program ini. Tidak hanya mendapat bibit pohon, tapi juga ilmu baru bagaimana mengelola lahan agar lebih produktif dan ramah lingkungan,” ungkapnya.

Sebagai upaya keberlanjutan, mahasiswa KKN PPM UGM juga menyerahkan dokumen panduan teknis agroforestri serta data koordinat penanaman kepada pihak desa dan kelompok tani. Dokumen ini diharapkan menjadi bahan rujukan dan monitoring bersama di masa mendatang.

Penutup

Program pelatihan dan penanaman pohon berbasis agroforestri yang dilakukan oleh Tim KKN PPM UGM Pesisir Gorontalo tidak hanya menjadi jawaban atas tantangan pengelolaan lahan pertanian di wilayah pesisir, tetapi juga wujud nyata kontribusi akademisi muda dalam pembangunan desa berkelanjutan. Melalui sinergi antara mahasiswa, masyarakat, dan pemerintah desa, langkah kecil ini diharapkan menjadi pemicu perubahan besar yang berdampak jangka panjang bagi ketahanan lingkungan dan kesejahteraan petani di masa depan.

Cuplikan-layar-2025-08-14-173222.png

Ditulis oleh: Galih Candra