Dalam rangka memperkuat kesiapsiagaan meghadapi bencana, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) 2025 melaksanakan program pemasangan plang jalur evakuasi dan titik kumpul di Dusun Pantai, Desa Biluhu Timur. Langak ini dilakukan sebagai upaya nuata mendukung masyarakat untuk mengetahui dan memahami jalur evakuasi saat menghadapi situasi darurat seperti gempa bumi atau tsunami.
Program dimulai dengan survei lokasi yang teliti guna mengidentifikasikan titik-titik jalur evakuasi dan titik kumpul yang strategis. Proses ini melibatkan koordinasi antara tim mahasiswa KKN dan perangkat desa untuk menentukan lokasi pemasangan plang. Pemetaan dilakukan dengan mempertimbangkan aksesbilitas warga dan keamanan agar setiap tanda dapat berfungsi optimal saat dibutuhkan.
Setelah itu, dilakukan pemasangan empat plang yang terdiri dari tiga plang jalur evakuasi dan satu plang titik kumpul. Perangkat desa dan masyarakat ikut berpartisipasi aktif dalam proses ini, tidak hanya sebagai penerima manfaat, tetapi juga sebagai pelaku langsung yang memahami fungsi penting dari keberadaan plang tersebut. Pemasangan plang ini menjadi tonggak baru, di mana jumlah plang jalur evakuasi di desa tersebut meningkat dari sebelumnya hanya satu plang saja.
Keberadaan plang jalur evakuasi dan titik kumpul ini memberikan petunjuk visual yang jelas bagi warga dalam menentukan arah evakuasi dengan cepat dan teratur. Dengan menandai rute aman serta lokasi titik kumpul yang telah ditentukan, warga dapat mengurangi kebingungan dan kepanikan saat bencana datang. Ini merupakan aspek krusial dalam mengurangi risiko cedera dan mempercepat proses penyelamatan nyawa.
Proses pelaksanaan program juga memperkuat kolaborasi antara mahasiswa KKN, pemerintah desa, dan masyarakat setempat. Kegiatan ini bukan sekadar pemasangan fasilitas fisik, melainkan membangun kesadaran kolektif dan memupuk budaya kesiapsiagaan di tingkat komunitas. Semangat gotong royong dan kepedulian bersama ini menjadi modal utama dalam menciptakan desa yang tangguh menghadapi berbagai ancaman bencana.
Lebih jauh, keberhasilan program ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi desa untuk memperbanyak dan menjangkau dusun-dusun lain yang belum terdapat fasilitas plang dalam meningkatkan kesiapsiagaan bencana secara berkelanjutan.
Ke depan, diperlukan pengawasan dan pemeliharaan plang secara rutin serta pelibatan masyarakat untuk memastikan fasilitas ini tetap berfungsi optimal. Pendidikan dan sosialisasi lanjutan sangat dianjurkan agar pengetahuan tentang kesiapsiagaan bencana terus tumbuh dan melekat dalam kehidupan sehari-hari warga.
Program pemasangan plang jalur evakuasi dan titik kumpul di Desa Biluhu Timur membuka peluang memperkuat ketahanan komunitas desa terhadap risiko bencana yang terus meningkat akibat perubahan iklim dan faktor alam lainnya. Dengan dukungan infrastruktur yang memadai dan kesadaran masyarakat yang kuat, masa depan desa ini akan lebih aman dan berdaya dalam menghadapi tantangan bencana.
Ditulis oleh: Nadia Dwi Susanto

