Laut Indonesia menyimpan keanekaragaman hayati yang sangat tinggi dan menjadi sumber kehidupan bagi jutaan masyarakat pesisir. Namun, belakangan ini ekosistem laut kita menghadapi tantangan serius akibat pencemaran, terutama dari sampah plastik. Fenomena ini tidak hanya mengancam keberlangsungan kehidupan laut, tetapi juga berdampak pada kehidupan manusia. Oleh karena itu, penanaman kesadaran lingkungan sejak dini menjadi hal yang sangat penting. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui edukasi kepada anak-anak sekolah dasar. Sebagai bagian dari pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata Program Pengabdian Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada, kami menyelenggarakan program bertajuk “Laut Ceria, Ilmu Bersama”.
Menurut Asosiasi Industri Plastik Indonesia (INAPLAS) dan Badan Pusat Statistik (BPS), Indonesia menghasilkan sekitar 64 juta ton sampah plastik setiap tahunnya, dengan 3,2 juta ton di antaranya berakhir di laut. Masalah ini diperburuk oleh kurangnya kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah yang tepat. Anak-anak memiliki peran strategis dalam membentuk perilaku peduli lingkungan karena mereka merupakan generasi penerus. Oleh karena itu, edukasi lingkungan sejak usia dini perlu dijadikan langkah preventif yang utama. Dalam rangka mengatasi persoalan tersebut, kegiatan edukasi lingkungan dilaksanakan di salah satu sekolah dasar yang berada di kawasan pesisir, lokasi pelaksanaan program Kuliah Kerja Nyata (KKN). Metode yang diterapkan bersifat partisipatif dan komunikatif, sehingga materi lebih mudah dipahami dan direspon dengan baik oleh siswa-siswi.
Sasaran dari program ini adalah siswa-siswi kelas I sekolah dasar yang secara perkembangan kognitif berada pada tahap belajar konkret dan visual sehingga materi disampaikan melalui media visual dan praktik langsung. Tujuan utama dari program ini adalah:
- Meningkatkan pemahaman siswa tentang jenis-jenis sampah laut.
- Menjelaskan dampak negatif sampah terhadap ekosistem laut.
- Menumbuhkan rasa cinta dan tanggung jawab terhadap lingkungan laut.
- Mendorong perilaku bijak dalam penggunaan plastik dan pengelolaan sampah.
Program “Laut Ceria, Ilmu Bersama” dilaksanakan dalam beberapa tahap. Kami menyiapkan materi edukasi yang sederhana namun informatif, dilengkapi dengan presentasi bergambar edukatif dan video animasi yang menarik. Materi disusun dengan mempertimbangkan usia dan kemampuan pemahaman anak-anak. Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk kelas interaktif yang dimulai dengan pengenalan tentang laut, jenis-jenis sampah laut, dan bahaya yang ditimbulkan. Anak-anak diajak untuk menyebutkan contoh sampah yang mereka temui di sekitar laut dan berdiskusi tentang dampaknya terhadap hewan laut seperti ikan, penyu, dan karang. Sebagai penutup, anak-anak diajak menggambar komitmen mereka untuk menjaga laut, seperti “tidak buang sampah sembarangan” dan “mengurangi penggunaan plastik”.
Kegiatan ini memperoleh respons yang sangat positif dari siswa dan guru. Siswa-siswi tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Mereka mampu mengidentifikasi jenis-jenis sampah laut dan memahami dampaknya terhadap ekosistem. Beberapa siswa bahkan menyampaikan keinginan mereka untuk mengajak keluarga menjaga kebersihan pantai. Selain perubahan pemahaman, kegiatan ini juga membangun keterlibatan emosional siswa terhadap lingkungan laut. Mereka mulai memandang laut bukan hanya sebagai tempat bermain, tetapi juga sebagai rumah bagi makhluk hidup yang harus dilindungi. Program ini membuktikan bahwa edukasi lingkungan kepada anak-anak sekolah dasar dapat memberikan dampak positif yang signifikan. Dengan metode yang tepat, anak-anak dapat menjadi agen perubahan dalam menjaga kebersihan dan kelestarian laut. Harapannya, kegiatan ini dapat menjadi contoh dan direplikasi di sekolah-sekolah lainnya, terutama di daerah pesisir yang rentan terhadap pencemaran laut. Melalui edukasi sejak dini, kita sedang membangun generasi yang peduli lingkungan, bijak mengelola sampah, dan mencintai laut Indonesia sebagai warisan yang harus dijaga bersama.
Ditulis oleh: Ekky Wahyu Dwi Saputra

