Lomba Masak Kayubulan: Kreativitas Kader Kesehatan Mengolah Pangan Lokal dengan Prinsip Isi Piringku

Desa Kayubulan kembali meriah dengan terselenggaranya program Lomba Masak Kayubulan, sebuah kegiatan yang menggabungkan semangat kebersamaan, edukasi gizi, dan pelestarian pangan lokal. Kegiatan ini diikuti oleh para kader kesehatan yang terbagi dalam tiga pos berdasarkan lokasi posyandu, yaitu Pos 1, Pos 2, dan Pos 3. Setiap tim datang dengan antusias tinggi, membawa semangat untuk menyajikan hidangan terbaik mereka dengan kreasi yang unik namun tetap berlandaskan prinsip gizi seimbang.

Salah satu ciri khas dari lomba ini adalah penggunaan bahan pangan lokal yang segar dan mudah didapatkan di sekitar desa. Ikan oci, yang menjadi lauk utama, dipilih karena kaya protein dan merupakan hasil tangkapan nelayan setempat. Untuk sayuran, dipilih sawi hijau, sementara buah pepaya disajikan sebagai sumber vitamin dan serat alami. Selain bahan yang telah disediakan, para kader diberikan kebebasan untuk menambahkan bahan pelengkap atau mengolahnya sesuai kreativitas masing-masing tim.

Sejak awal kegiatan, suasana penuh semangat terasa di area lomba. Meja-meja lomba tertata rapi, peralatan masak siap digunakan, dan aroma masakan mulai tercium saat para kader memulai proses memasak. Masing-masing tim berdiskusi cepat, membagi tugas dengan cekatan, ada yang menyiapkan ikan, ada yang mengolah sayur, dan ada pula yang mengatur penyajian. Walaupun kompetisi berlangsung cukup ketat, suasana tetap hangat dan penuh canda, mencerminkan kuatnya rasa kebersamaan antar kader.

Penilaian lomba ini dilakukan dengan dasar prinsip “Isi Piringku”, sebuah konsep gizi seimbang yang dicanangkan Kementerian Kesehatan. Setiap piring harus memuat proporsi yang tepat antara karbohidrat, protein, sayuran, dan buah. Juri yang terdiri dari ketua PKK dan perwakilan mahasiswa KKN dari jurusan gizi kesehatan memperhatikan dengan teliti keseimbangan komposisi, cita rasa, dan kreativitas penyajian. Tidak hanya itu, cara pengolahan juga menjadi perhatian, memastikan makanan tetap sehat dan bergizi tanpa kehilangan cita rasa khas lokal. Menariknya, meskipun semua tim menggunakan bahan utama yang sama, hasil masakan yang dihasilkan sangat beragam. 

Setelah seluruh tim selesai memasak, tibalah saat yang paling menegangkan: penilaian. Satu per satu tim mempresentasikan hasil masakan mereka, menjelaskan proses pengolahan, alasan pemilihan teknik masak, serta bagaimana hidangan tersebut sesuai dengan prinsip Isi Piringku. Para juri mencatat setiap detail, mulai dari cita rasa hingga tampilan. Beberapa komentar positif pun diberikan, seperti apresiasi terhadap pemanfaatan rempah lokal, inovasi pengolahan ikan, dan keserasian warna piring yang membuat hidangan semakin menarik.

Selain sebagai ajang kompetisi, kegiatan ini juga menjadi media pembelajaran bagi para kader dan masyarakat. Peserta dan penonton mendapatkan wawasan praktis tentang pentingnya gizi seimbang, cara mengolah bahan pangan lokal agar lebih menarik, dan bagaimana kreativitas dapat berjalan seiring dengan pola makan sehat. Banyak warga yang hadir merasa terinspirasi untuk mencoba menu-menu tersebut di rumah, terutama karena bahan yang digunakan sangat mudah ditemukan dan ramah di kantong.

Pada akhir acara, diumumkanlah pemenang lomba dengan penuh sorak sorai. Meskipun hanya satu tim yang meraih juara pertama, seluruh peserta merasa bangga dan puas dengan hasil kerja sama tim. Tidak sedikit kader yang mengungkapkan bahwa pengalaman ini menambah keterampilan mereka dalam menyusun menu sehat untuk keluarga maupun kegiatan posyandu. Panitia pun menyampaikan harapan agar lomba seperti ini dapat terus dilaksanakan setiap tahun, sebagai bentuk nyata dari upaya meningkatkan kesadaran gizi dan memanfaatkan potensi pangan lokal.

Lomba Masak Kayubulan bukan sekadar ajang adu keahlian memasak, tetapi juga wujud komitmen masyarakat untuk menjaga kesehatan melalui makanan yang bergizi, seimbang, dan berbasis potensi lokal. Dengan semangat kebersamaan, kreativitas, dan pengetahuan gizi yang terus ditingkatkan, diharapkan masyarakat Kayubulan semakin mampu menerapkan pola makan sehat dalam kehidupan sehari-hari.

FOTO-BINTA-1.png

Ditulis oleh: Binta Mutia Fayza