Bento Sehat untuk Anak Hebat di Desa Kayubulan

Kayubulan, 25 Juli 2025 – KKN Pesisir Gorontalo 2025 mengadakan program “Bento Sehat untuk Anak Hebat” di aula kantor Desa Kayubulan. Kegiatan ini dihadiri sekitar 15 peserta yang terdiri dari ibu-ibu dengan anak usia sekolah. Tujuan dari program ini adalah memberikan edukasi mengenai pentingnya bekal sehat dan bergizi bagi anak-anak sekolah, sekaligus melatih para peserta untuk menyusun bento yang menarik dan seimbang.

Kegiatan dibuka dengan pemaparan materi mengenai peran bekal sekolah yang sehat dalam mendukung tumbuh kembang anak. Tim KKN menjelaskan bahwa bekal yang bergizi tidak hanya mengenyangkan, tetapi juga membantu anak lebih fokus dalam belajar, menjaga stamina, dan mencegah kebiasaan jajan sembarangan di luar rumah. Pemaparan ini juga memperkenalkan prinsip Isi Piringku, yang mengatur komposisi makanan ideal dalam satu porsi: setengah piring berisi sayur dan buah, seperempat piring berisi makanan pokok, dan seperempat piring berisi lauk pauk.

Dalam sesi materi, peserta diajak untuk memahami bagaimana prinsip tersebut dapat diterapkan pada bekal anak sekolah. Tim memberikan contoh variasi menu yang bisa dibuat dari bahan-bahan sederhana, seperti nasi dengan lauk protein hewani atau nabati, dilengkapi sayuran segar dan buah. Penekanan juga diberikan pada tampilan bekal. Makanan yang ditata rapi dan berwarna-warni akan lebih menarik bagi anak, sehingga peluang bekal tersebut dihabiskan akan lebih besar.

Setelah sesi edukasi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik penyusunan bento. Semua bahan telah disiapkan sebelumnya oleh tim KKN, termasuk nugget ikan tuna yang menjadi lauk utama. Pembuatan nugget dilakukan sebelum hari kegiatan, sehingga peserta dapat langsung memfokuskan diri pada proses penataan bento. Nugget ikan tuna dipilih karena merupakan bahan lokal yang mudah diperoleh di wilayah pesisir Kayubulan. Ikan tuna memiliki kandungan protein tinggi, rendah lemak jenuh, dan kaya akan omega-3 yang bermanfaat untuk perkembangan otak anak.

Para peserta mendapatkan perlengkapan berupa kotak bento, nasi putih, nugget ikan tuna, sayuran, serta buah-buahan. Tim KKN memandu peserta menata setiap komponen sesuai prinsip gizi seimbang. Nasi ditempatkan sebagai sumber karbohidrat, nugget tuna sebagai sumber protein, sayuran untuk memenuhi kebutuhan serat, dan buah-buahan sebagai sumber vitamin. Beberapa peserta menata isi bento dengan memperhatikan warna dan kerapian, sehingga hasilnya terlihat lebih menarik.

Para ibu peserta mendapatkan pengetahuan baru yang dapat diaplikasikan di rumah untuk membuat bekal anak lebih bervariasi. Beberapa peserta mengaku biasanya bekal anak hanya terdiri dari nasi dan lauk sederhana seperti telur, namun setelah mengikuti kegiatan ini, mereka mendapat ide baru untuk memadukan berbagai bahan agar bekal lebih sehat dan menarik.

Selain itu, kegiatan ini juga menunjukkan bahwa membuat bekal sehat tidak harus sulit atau mahal. Dengan memanfaatkan bahan lokal seperti ikan tuna, sayuran yang tersedia di pasar setempat, dan buah musiman, orang tua dapat menyajikan bekal bergizi tanpa perlu mengeluarkan biaya besar. Kreativitas dalam penataan juga menjadi kunci untuk membuat anak lebih tertarik mengonsumsi bekalnya.

Acara ditutup dengan sesi foto bersama, di mana peserta memamerkan bento hasil kreasi masing-masing. Hasilnya bervariasi, namun semuanya memiliki kesamaan dalam komposisi gizi yang seimbang sesuai pedoman Isi Piringku. 

Program “Bento Sehat untuk Anak Hebat” menjadi salah satu bentuk kegiatan KKN yang menggabungkan edukasi dan keterampilan praktis. Dengan adanya kegiatan ini, para ibu di Desa Kayubulan diharapkan dapat lebih memperhatikan kualitas bekal anak, baik dari segi gizi maupun tampilan. Upaya ini diharapkan berkontribusi pada peningkatan kesehatan dan prestasi belajar anak, sekaligus mendukung pemanfaatan potensi bahan pangan lokal di wilayah pesisir.

Melalui kegiatan sederhana namun bermanfaat ini, KKN Pesisir Gorontalo 2025 mendorong masyarakat untuk lebih kreatif dan peduli terhadap kebutuhan gizi anak-anak. Bekal sehat bukan hanya menjadi tanggung jawab sekolah atau pemerintah, tetapi dimulai dari rumah dan peran orang tua. Dengan bekal yang bergizi, menarik, dan dibuat dari bahan lokal, anak-anak Kayubulan dapat tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.

FOTO-BINTA-2.jpg

Ditulis oleh: Binta Mutia Fayza