Warna Warni Cakrawala Profesi 2

Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Gadjah Mada (UGM) 2025 kembali hadir di kawasan pesisir Gorontalo dengan semangat membangun dan memberdayakan masyarakat. Salah satu kegiatan edukatif yang dihadirkan oleh Tim KKN Pesisir di Desa Kayubulan, Kecamatan Batudaa Pantai, Kabupaten Gorontalo adalah Warna-Warni Cakrawala Profesi, sebuah program pengenalan profesi untuk anak-anak yang dikemas secara kreatif dan menyenangkan.

Pada Selasa (9/7/2025), kegiatan “Warna-Warni Cakrawala Profesi” dilaksanakan dengan melibatkan anak-anak tingkat sekolah dasar yang tinggal di sekitar Desa Kayubulan. Bertempat di salah satu ruang belajar sederhana, kegiatan ini berlangsung dalam suasana santai dan akrab, dipenuhi dengan warna-warni crayon dan antusiasme anak-anak yang begitu tinggi.

Kegiatan ini bertujuan untuk memperluas wawasan anak-anak mengenai berbagai pilihan profesi yang mungkin belum mereka kenal sebelumnya. Selama ini, pengetahuan anak-anak di desa masih terbatas pada profesi yang mereka lihat sehari-hari, seperti nelayan, petani, guru, polisi, dan tentara. Oleh karena itu, melalui aktivitas mewarnai, anak-anak diperkenalkan pada profesi-profesi lain seperti arsitek, insinyur, koki, pemadam kebakaran, penyanyi, atlet, hingga dokter.

Mahasiswa KKN bertindak sebagai fasilitator yang mendampingi anak-anak dalam mewarnai gambar-gambar profesi yang telah disiapkan, sambil menjelaskan peran dan tanggung jawab dari masing-masing pekerjaan. Anak-anak diberi kebebasan untuk memilih profesi yang ingin mereka warnai, sambil mendengarkan penjelasan ringan dan penuh interaksi.

Kegiatan berlangsung interaktif. Anak-anak tidak hanya mewarnai dengan tekun, tetapi juga aktif bertanya dan bercerita tentang cita-cita mereka. Banyak dari mereka yang tampak antusias saat mengenal profesi baru yang sebelumnya belum pernah mereka dengar. Hasil karya mereka—gambar profesi berwarna-warni—tidak hanya menjadi karya seni, tetapi juga simbol dari pengetahuan baru yang mereka peroleh hari itu.

Setelah sesi mewarnai, diadakan tanya jawab ringan. Jawaban anak-anak menunjukkan adanya perubahan pandangan tentang cita-cita. Mereka mulai menyebut profesi seperti pemain bola, pemadam kebakaran, dokter, bahkan koki dan guru. Hal ini menjadi bukti bahwa wawasan bisa tumbuh ketika anak diberi ruang untuk mengenal lebih banyak.

Selain dari kegiatan edukatif, potensi besar juga terlihat dari semangat anak-anak di luar ruang belajar. Hampir setiap sore, mereka aktif bermain bola dan voli di lapangan desa. Antusiasme mereka terhadap olahraga menunjukkan adanya bakat yang layak dikembangkan. Dengan pembinaan yang tepat, bukan tidak mungkin anak-anak ini tumbuh menjadi atlet berprestasi di masa depan.

Program Warna-Warni Cakrawala Profesi” menjadi contoh nyata bahwa pendidikan dan pembukaan wawasan tidak selalu membutuhkan metode yang rumit. Melalui alat sederhana seperti crayon dan gambar, anak-anak bisa dikenalkan pada dunia yang lebih luas.

Kegiatan ini tidak hanya memberi pengalaman baru bagi anak-anak, tetapi juga meninggalkan kesan mendalam bagi para pelaksana. Edukasi kreatif seperti ini menjadi bekal penting untuk menumbuhkan mimpi dan semangat belajar sejak dini, sekaligus menanamkan kesadaran bahwa masa depan memiliki banyak kemungkinan.

WhatsApp-Image-2025-08-12-at-5.20.06-PM.jpeg

Ditulis oleh: Della Febi Alfian