“Perunggu” Penanaman Rumput Unggul Gama Umami Sebagai Sumber Pakan Berkualitas untuk Peternak Pesisir Gorontalo

Kayubulan, 10 Juli 2025 – Pagi itu, udara Desa Kayubulan di Kecamatan Batudaa Pantai terasa
lebih segar dari biasanya. Sinar matahari menyelinap di sela dedaunan, membangunkan
semangat warga yang telah berkumpul di sebuah lahan terbuka. Hari ini bukan hari biasa—ini
adalah momen dimulainya Program “Perunggu” (Penanaman Rumput Unggul Gamaumami),
sebuah inisiatif dari Tim KKN-PPM UGM Pesisir Gorontalo yang ditujukan untuk memperkenalkan
dan membudidayakan sumber pakan ternak berkualitas di wilayah pesisir.

Di tengah kerumunan, sosok Bapak Hartono, Ketua BPD Desa Kayubulan sekaligus local hero yang
dikenal luas di kalangan peternak, tampak memimpin jalannya kegiatan. Bersama mahasiswa
KKN-PPM UGM, beliau menjadi penghubung antara ilmu pengetahuan dan kearifan lokal.

Mengenal Gamaumami: Pakan Ternak Kaya Manfaat
Sebelum proses penanaman dimulai, para peternak diajak mengikuti sesi penjelasan tentang
rumput Gamaumami—rumput unggul yang memiliki kandungan nutrisi tinggi, tahan terhadap
kondisi cuaca ekstrem, dan mampu menghasilkan hijauan melimpah. Penjelasan yang diberikan
mencakup:
• Pengenalan dan manfaat Gamaumami bagi kesehatan dan produktivitas ternak.
• Teknik penanaman yang benar agar bibit cepat tumbuh.
• Metode perawatan sederhana namun efektif untuk mempertahankan kualitas rumput.
• Proses pemanenan agar hasil tetap optimal.
• Cara perbanyakan bibit untuk memastikan ketersediaan pakan berkelanjutan.

Suasana sesi edukasi ini terasa hidup. Para peternak aktif bertanya, mulai dari cara penanaman
di lahan kering, perbandingan gizi dengan rumput lokal, hingga tips mencegah hama. Antusiasme
ini menjadi sinyal bahwa masyarakat benar-benar melihat potensi besar dari rumput unggul
tersebut.

Menanam Bersama, Menuai Harapan
Setelah semua penjelasan diberikan, tibalah saat yang ditunggu: penanaman bibit Gamaumami.
Mahasiswa, peternak, dan Bapak Hartono bekerja bahu-membahu, mencangkul tanah, membuat
lubang tanam, dan menempatkan bibit dengan hati-hati. Walau panas matahari mulai terasa,
senyum dan canda tetap menghiasi proses penanaman.

“Ini bukan hanya tentang menanam rumput, tapi menanam masa depan,” ujar salah satu
peternak sambil menepuk pundak mahasiswa yang berada di sebelahnya.

Sharing Pengetahuan dan Pengalaman
Usai penanaman, kegiatan dilanjutkan dengan sesi sharing santai. Duduk melingkar di bawah
pohon rindang, mahasiswa berbagi wawasan tambahan tentang pemanfaatan pakan berkualitas
untuk meningkatkan produktivitas ternak, sementara peternak menceritakan pengalaman
mereka mengelola pakan selama ini. Diskusi mengalir lancar, mempertemukan teori dan praktik
lapangan.

Bagi mahasiswa, ini adalah kesempatan belajar langsung dari pelaku utama di sektor peternakan
pesisir. Bagi peternak, ini adalah pintu menuju pengetahuan baru yang dapat mereka terapkan di
usaha sehari-hari.

Harapan untuk Masa Depan
Program “Perunggu” bukan sekadar kegiatan sehari yang berhenti setelah bibit ditanam. Lebih
dari itu, program ini menjadi simbol kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat desa
untuk menciptakan inovasi yang berdampak jangka panjang. Dengan Gamaumami, para peternak
di Kayubulan diharapkan memiliki sumber pakan yang lebih hemat, bergizi, dan tahan lama,
sehingga ketergantungan pada pakan dari luar desa bisa dikurangi.

“Kalau rumput ini berhasil, kami tidak hanya menghemat biaya, tapi juga bisa punya stok pakan
sendiri sepanjang tahun,” kata salah satu peternak dengan nada optimis.
Dari setiap helai rumput yang kelak tumbuh di lahan Kayubulan, ada cerita tentang kerja sama,
ilmu yang dibagi, dan harapan yang disemai. Perunggu telah memulai langkahnya, dan Desa
Kayubulan siap menapaki jalan menuju kemandirian pakan ternak.

Screenshot-2025-08-13-091904.png

Ditulis oleh: Muhamaddien Ashabil Yamin