Dalam rangka mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) poin ketiga, yaitu kesehatan yang baik dan sejahtera, Tim KKN-PPM UGM Pesisir Gorontalo 2025 melaksanakan aksi gerakan bersih dan sehat di SDN 7 Batudaa Pantai, Kabupaten Gorontalo pada Kamis, 17 Juli 2025.
Aksi ini melibatkan partisipasi aktif dari murid kelas 3 dan 5 dengan total peserta sebanyak 34 murid. Tujuan utama dari pelaksanaan kegiatan adalah untuk meningkatkan kesadaran siswa mengenai pentingnya membuang sampah pada tempatnya, mengingat kondisi lingkungan sekolah yang masih terlihat kurang bersih dengan sampah yang berserakan.
Berdasarkan hasil survei sebelumnya, diketahui bahwa sebagian besar siswa masih belum mampu membedakan antara sampah organik dan anorganik, yang berkaitan erat dengan cara pengelolaan masing-masing jenis sampah.
“Kami sangat mendukung kegiatan pengolahan sampah menjadi barang yang berguna, karena memang masih banyak sampah di sini. Terutama yang berkaitan dengan kesehatan.” ujar Kepala Sekolah SDN 7 Batudaa Pantai, Aru Umar Dumbela, Senin (07/07/2025).
Oleh karena itu, kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan kepedulian serta pemahaman siswa terhadap kebersihan lingkungan dan pengelolaan sampah yang tepat.
Kegiatan ini tidak hanya difokuskan pada aspek kepedulian terhadap lingkungan, tetapi juga menjadi upaya dalam meningkatkan kesadaran murid mengenai pentingnya menjaga kebersihan diri. Dalam kesempatan ini, mahasiswa KKN turut mengajak para murid untuk mempraktikkan cara mencuci tangan yang benar sesuai dengan panduan dari Kementerian Kesehatan.
Para murid yang telah dibagi ke dalam beberapa kelompok secara antusias berlomba-lomba mengumpulkan sampah yang tersebar di lingkungan sekolah. Setiap kelompok bertugas memisahkan sampah organik dan anorganik sesuai jenisnya.
Sampah organik yang berhasil dikumpulkan kemudian dimanfaatkan kembali dengan dikreasikan menjadi kolase dari daun-daun kering sebagai bentuk sederhana dari upaya pengelolaan sampah ramah lingkungan.
Sementara itu, sampah anorganik yang telah dikumpulkan diserahkan kepada rekan satu tim untuk kemudian diproses menjadi eco-brick, sebagai bentuk pemanfaatan sampah plastik yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Setelah selesai melakukan aktivitas yang melibatkan kontak langsung dengan sampah, para murid diajak untuk mencuci tangan bersama dengan cara yang benar. Sebagai bagian dari edukasi kebersihan diri, para murid juga diberikan poster panduan cuci tangan yang kemudian ditempelkan di area-area dekat wastafel.
Selain itu, dilakukan pula penyerahan sabun cuci tangan kepada pihak sekolah sebagai bentuk dukungan berkelanjutan terhadap kebersihan lingkungan dan kesehatan siswa. Aksi ini menjadi simbol kepedulian bersama dalam merawat kesehatan diri sebagai bekal penting bagi generasi masa depan.
Ditulis oleh: Alfiyya Mayla Hanunnisa

