Membekali Desa Wisata: Pelatihan Penyusunan Paket Wisata bersama KKN-PPM UGM di Desa Biluhu Timur

Mahasiswa KKN-PPM UGM 2025 melaksanakan kegiatan pelatihan penyusunan paket wisata di Desa Biluhu Timur, Kabupaten Gorontalo, pada Selasa (22/7/2025). Kegiatan ini dirancang untuk memperkenalkan konsep dasar paket wisata kepada masyarakat desa, khususnya pemuda dan anggota Pokdarwis, sebagai langkah awal menghadapi pengembangan wisata Ring Atol di masa mendatang.

Desa Biluhu Timur dikenal memiliki potensi wisata alam yang menjanjikan. Salah satunya adalah Ring Atol, geosite berbentuk cincin yang menjadi daya tarik utama di kawasan pesisir. Namun, keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan wisata masih terbatas. Kelompok sadar wisata (Pokdarwis) yang pernah aktif kini tidak lagi berjalan karena sebagian besar anggotanya telah bekerja di luar desa.

Pelatihan diikuti oleh sekitar 45 peserta, termasuk perwakilan Pokdarwis, pemuda desa, serta Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Gorontalo yang turut hadir memberikan dukungan dan materi umum tentang pariwisata desa. Materi yang disampaikan mencakup komponen penyusun paket wisata, cara membuat quotation dan itinerary, serta langkah awal mengidentifikasi potensi wisata lokal.

Para peserta mengikuti pelatihan dengan antusias. Banyak dari mereka yang baru pertama kali mengenal konsep teknis paket wisata secara menyeluruh. Untuk mendukung praktik mandiri, peserta akan menerima panduan dan template yang dapat digunakan saat desa mulai mengembangkan potensi wisatanya.

Kepala Bidang Pariwisata Disporapar Kabupaten Gorontalo, Iskandar Moha, menyampaikan apresiasinya terhadap pelatihan ini.

“Ini sangat bagus. Teman-teman KKN membagikan ilmu teknis penyusunan paket wisata kepada Pokdarwis. Ketika Ring Atol nanti mulai dikembangkan, Pokdarwis sudah memiliki bekal awal dan bisa berkonsultasi lebih lanjut dengan mahasiswa.”

Pelatihan ini menjadi langkah awal dalam mendorong keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan wisata desa. Ketika masyarakat memahami bagaimana cara menyusun sebuah paket wisata, mereka juga belajar bahwa sektor pariwisata bukan hanya soal mendatangkan wisatawan, tetapi juga menghidupkan berbagai elemen kehidupan desa.

Paket wisata yang dirancang dengan baik akan melibatkan banyak pihak: nelayan lokal dapat menjadi penyedia layanan wisata bahari, pemilik rumah bisa mengembangkan homestay berbasis masyarakat, pelaku UMKM dapat menyediakan suvenir dan kuliner lokal, hingga kelompok pemuda desa bisa menjadi pemandu wisata. Dengan begitu, manfaat ekonomi dari pariwisata tidak hanya terpusat pada satu pihak, tetapi tersebar secara merata dan inklusif.

Kegiatan ini juga mendorong pendekatan pengembangan pariwisata yang berkelanjutan—yakni pariwisata yang tidak merusak lingkungan, memperhatikan aspek sosial-budaya, serta memberikan dampak ekonomi langsung kepada warga desa. Dalam jangka panjang, pelatihan seperti ini diharapkan menjadi pondasi bagi desa untuk membangun sektor pariwisata yang mandiri, ramah lingkungan, dan dikelola oleh masyarakat sendiri.

Dengan adanya pelatihan ini, Desa Biluhu Timur telah memulai langkah penting menuju arah tersebut. Ketika saatnya tiba untuk membuka akses wisata ke Ring Atol, masyarakat desa akan lebih siap, tidak hanya sebagai penerima tamu, tetapi sebagai pemilik dan pengelola wisata di tanah mereka sendiri.

.

dokum-dinpar-2.jpg

Ditulis oleh: Zahra Kyrana Maharani