Cegah Stunting dari Dapur: Edukasi MPASI Lokal oleh Tim KKN-PPM UGM di Desa Kayubulan

MPASI Sehat untuk Generasi Hebat

Senin, 14 Juli 2025, aula Kantor Desa Kayubulan menjadi pusat aktivitas yang berbeda dari biasanya. Suasana pagi yang hangat dipenuhi antusiasme, dan semangat belajar, saat mahasiswa KKN-PPM UGM Pesisir Gorontalo 2025 melaksanakan program penyuluhan dan demo masak bertajuk “MPASI Sehat Cegah Stunting: Edukasi Gizi dan Pemberdayaan Pangan Lokal”.

Kegiatan ini dirancang khusus untuk ibu-ibu yang memiliki balita di Desa Kayubulan, dengan tujuan memberikan edukasi tentang pentingnya gizi seimbang keluarga, khususnya dalam masa pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI). Sebanyak 20 orang ibu balita hadir dan mengikuti kegiatan dari awal hingga akhir dengan penuh antusias.

Mengawali dengan Edukasi Gizi Seimbang

Sesi pertama diawali dengan penyuluhan mengenai gizi seimbang, peran MPASI yang tepat dalam pertumbuhan anak, serta kaitannya dengan pencegahan stunting. Mahasiswa KKN menjelaskan bahwa stunting tidak hanya berdampak pada tinggi badan anak, tetapi juga memengaruhi perkembangan otak, kemampuan belajar, dan produktivitas di masa depan.

Penjelasan juga menekankan pentingnya menggunakan bahan pangan lokal yang kaya nutrisi dan mudah diperoleh di lingkungan sekitar, seperti sayuran hijau, ikan segar, kacang-kacangan, dan buah-buahan.

Demo Masak MPASI Berbasis Pangan Lokal

Setelah sesi teori, kegiatan dilanjutkan dengan demo masak MPASI yang sehat, bergizi, dan terjangkau. Mahasiswa KKN memperagakan pembuatan menu MPASI menggunakan kombinasi bahan lokal seperti ikan tuna, wortel, dan santan, yang diolah sedemikian rupa agar tetap menarik dan lezat untuk anak-anak. Selama proses demo, peserta diberikan kesempatan untuk bertanya, mencatat resep, dan bahkan mencicipi hasil masakan. Suasana terlihat akrab, diselingi candaan ringan, tetapi tetap sarat ilmu.

Booklet Edukasi dan Aktivitas Interaktif

Untuk memperkuat pemahaman, setiap peserta mendapatkan booklet berisi panduan MPASI sehat, tekstur dan porsi MPASI berdasarkan usia, serta resep menu harian bergizi seimbang. Tidak hanya itu, mahasiswa KKN juga mengadakan sesi games dan kuis ringan terkait materi yang telah disampaikan. Peserta yang berhasil menjawab pertanyaan dengan benar mendapatkan hadiah sebagai bentuk apresiasi.

Kegiatan interaktif ini membuat suasana semakin hidup. Banyak ibu yang tidak hanya mendengarkan, tetapi juga aktif bertanya, memberikan pendapat, dan mengonfirmasi informasi yang selama ini mereka ketahui.

Respon Positif dan Harapan ke Depan

Respon para peserta sangat positif. Mereka mengaku mendapatkan banyak informasi baru dan merasa lebih percaya diri dalam menyiapkan MPASI yang bergizi seimbang untuk anak-anak mereka. Beberapa peserta bahkan berbagi pengalaman pribadi dan menyampaikan terima kasih kepada mahasiswa KKN karena telah memberikan pengetahuan yang dapat langsung diaplikasikan di rumah.

Kepala Desa Kayubulan, melalui sambutannya, menyampaikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa KKN-PPM UGM Pesisir Gorontalo 2025 yang telah peduli terhadap isu kesehatan anak di desa ini. Beliau berharap program serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan, baik oleh pihak kampus maupun instansi kesehatan setempat, sehingga upaya pencegahan stunting bisa berjalan optimal.

Melalui program ini, diharapkan kesadaran akan pentingnya gizi seimbang, khususnya dalam masa MPASI, semakin meningkat di kalangan ibu-ibu Desa Kayubulan. Generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas berawal dari asupan gizi yang tepat sejak dini. Kegiatan ini menjadi salah satu langkah kecil namun berarti dalam mewujudkan visi besar tersebut.

Screenshot-2025-08-24-143709.png

Ditulis oleh: Hania Zivana Salsabila