Deteksi Sehat Dini: KKN Pesisir Gorontalo 2025 Gelar Pemeriksaan Kesehatan Warga Kayubulan

Desa Kayubulan terletak di Kecamatan Batudaa Pantai, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo dengan luas wilayah yang membentang di pesisir selatan Pulau Sulawesi. Desa ini memiliki sebaran penduduk yang tinggal di beberapa dusun dengan ikatan sosial yang kuat, serta aktivitas keseharian yang umumnya berkaitan dengan sektor perikanan, pertanian, dan jasa. Kehidupan masyarakat banyak bergantung pada hasil laut dan pertanian yang menjadi sumber mata pencaharian utama. Penggunaan lahan di Desa Kayubulan didominasi oleh area permukiman warga, lahan pertanian produktif, serta wilayah pesisir yang menyuguhkan pemandangan indah sekaligus menjadi pusat ekonomi desa.

Namun, di balik kehidupan yang aktif dan produktif tersebut, tantangan kesehatan tetap menjadi perhatian penting. Akses terhadap layanan kesehatan di wilayah pesisir sering kali terbatas, baik karena jarak, sarana, maupun ketersediaan tenaga kesehatan. Kondisi ini mendorong perlunya inisiatif yang dapat mendekatkan pelayanan kesehatan langsung kepada masyarakat.

Menjawab tantangan tersebut, pada 28 Juli 2025, tim KKN Pesisir Gorontalo 2025 menggelar kegiatan Cek Kesehatan Gratis untuk seluruh warga Desa Kayubulan. Bertempat di Kantor Desa, kegiatan ini dilaksanakan sejak pagi hingga siang hari dengan menyasar semua kelompok usia. Antusiasme warga begitu tinggi. Sejak pagi, warga sudah berdatangan, bahkan sebelum kegiatan resmi dibuka, terlihat antrean yang tertib di area pendaftaran.

Pemeriksaan yang dilakukan cukup lengkap, meliputi pengukuran tinggi badan (TB), berat badan (BB), lingkar perut (LP), pemeriksaan tekanan darah, kadar kolesterol, asam urat, dan glukosa darah. Setiap warga yang datang terlebih dahulu mengisi formulir data diri, kemudian diarahkan untuk mengikuti alur pemeriksaan secara berurutan. Suasana kegiatan terasa hangat dan akrab karena mahasiswa KKN bersama tenaga kesehatan setempat tidak hanya memeriksa, tetapi juga memberikan penjelasan sederhana tentang arti hasil pemeriksaan masing-masing warga.

Tujuan utama dari kegiatan ini adalah memberikan deteksi dini terhadap risiko penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes, dan gangguan metabolik lainnya. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan melalui pola makan yang seimbang, aktivitas fisik teratur, dan pengelolaan stres. Hal ini menjadi sangat relevan mengingat masyarakat pesisir sering kali memiliki pola konsumsi yang tinggi garam, lemak, dan gula, namun rendah serat.

Hasil pemeriksaan memberikan gambaran yang cukup mengkhawatirkan. Dari data yang terkumpul, 56,9% warga terdeteksi mengalami obesitas, sementara hanya 20,7% yang berada dalam kategori berat badan normal. Hipertensi menjadi temuan paling mencolok, dengan angka mencapai 86,2%. Tingginya prevalensi hipertensi ini menandakan perlunya intervensi serius, mengingat kondisi ini merupakan faktor risiko utama penyakit jantung dan stroke.

Selain itu, 53,4% warga memiliki kadar kolesterol tinggi, yang jika dibiarkan dapat mempercepat terjadinya penyumbatan pembuluh darah. Asam urat tinggi ditemukan pada 23,9% warga, yang berpotensi menyebabkan nyeri sendi dan masalah mobilitas di kemudian hari. Untuk pemeriksaan glukosa darah, meskipun sebagian besar warga (69%) masih berada pada kategori normal, 22,4% terdeteksi memiliki kadar glukosa tinggi yang mengindikasikan risiko diabetes melitus.

Temuan ini menjadi pengingat bahwa kesehatan masyarakat pesisir perlu mendapat perhatian khusus. Kegiatan seperti ini tidak hanya memberikan layanan kesehatan gratis, tetapi juga membuka mata warga tentang kondisi kesehatan mereka sendiri. Banyak warga yang mengaku baru mengetahui kondisi tekanan darah atau kadar kolesterolnya dari kegiatan ini, dan sebagian langsung termotivasi untuk mulai memperbaiki pola hidup.

Di akhir kegiatan, tim KKN Pesisir memberikan edukasi singkat mengenai cara mencegah dan mengendalikan penyakit tidak menular. Pesan sederhana seperti “kurangi garam, perbanyak sayur, dan rutin bergerak” disampaikan dengan bahasa yang mudah dipahami, bahkan diselingi dengan humor agar suasana tetap cair.

Melalui kegiatan ini, KKN Pesisir Gorontalo 2025 berharap dapat menjadi pemicu perubahan gaya hidup masyarakat Desa Kayubulan ke arah yang lebih sehat dan berkelanjutan. Tidak hanya sebagai momen pemeriksaan, tetapi sebagai langkah awal membangun kesadaran kolektif bahwa kesehatan adalah modal utama untuk tetap produktif di tengah kehidupan pesisir yang dinamis.

FOTO-BINTA-3.png

Ditulis oleh: Binta Mutia Fayza