KKN PPM UGM Wujudkan Karya Mural dan Ecoprint Sepanjang 20 Meter di Desa Biluhu Timur

Biluhu Timur, Gorontalo — Sebuah hamparan kain putih sepanjang 20 meter terbentang di halaman Desa Biluhu Timur, Kabupaten Gorontalo. Kain itu menjadi pusat perhatian, bukan hanya karena ukurannya yang luar biasa, tetapi karena di atasnya tengah tercipta sebuah karya seni kolaboratif yang memadukan teknik mural massal dan ecoprint. Inisiatif ini merupakan bagian dari program Tim KKN PPM UGM Periode 2 Tahun 2025 Pesisir Gorontalo yang menggabungkan seni, identitas lokal, dan peluang ekonomi kreatif dalam satu kegiatan terpadu. Sejak pagi, warga desa mulai berdatangan untuk terlibat. Pemuda membawa ember cat warna-warni, ibu-ibu menyiapkan daun ketapang, jati, dan bunga sepatu, sementara anak-anak membantu mengatur posisi kain agar terbentang rapi. Di bawah arahan mahasiswa KKN, kain putih yang awalnya kosong perlahan dipenuhi goresan kuas bergambar panorama pesisir, kehidupan laut, dan ornamen tradisional khas Biluhu Timur. Di bagian lain, peserta pelatihan ecoprint menyusun daun dan bunga dengan pola tertentu, menggulungnya rapat, lalu merebusnya dalam larutan pewarna alami. Proses ini menghasilkan motif unik yang tidak dapat dibuat ulang persis sama, sehingga setiap bagian kain memiliki keistimewaan tersendiri.

Kegiatan ini melibatkan lintas generasi. Pemuda desa mengambil peran sebagai tenaga kreatif untuk menggambar dan mewarnai, ibu-ibu rumah tangga fokus pada teknik ecoprint, sementara anak-anak membantu mengisi warna atau mengumpulkan bahan dari sekitar desa. Koordinator program menjelaskan bahwa konsep ini bertujuan untuk menciptakan karya yang fleksibel dan monumental sekaligus, karena mural pada kain dapat dipindahkan dan digunakan pada berbagai kegiatan promosi desa, sementara ecoprint menjadi keterampilan yang dapat dikembangkan menjadi usaha mandiri. Kepala Desa Biluhu Timur mengapresiasi kegiatan ini dan menyebutnya sebagai simbol kreativitas serta kekompakan masyarakat. Menurutnya, karya sepanjang 20 meter ini tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga potensi ekonomi, karena produk ecoprint dapat diolah menjadi syal, taplak meja, atau tas yang bisa dipasarkan kepada wisatawan maupun secara daring.

Program ini diharapkan menjadi titik awal tumbuhnya ekosistem seni dan ekonomi kreatif di Biluhu Timur. Pemerintah desa berencana memanfaatkan kain ini sebagai media promosi dalam berbagai event dan pameran, sekaligus melanjutkan pelatihan ecoprint agar keterampilan yang telah diajarkan tidak berhenti pada satu kegiatan saja. Bagi Tim KKN PPM UGM, karya ini menjadi bukti bahwa kreativitas dapat tumbuh subur jika didukung oleh semangat gotong royong dan keterlibatan aktif seluruh lapisan masyarakat. Dari sebuah kain putih polos, lahirlah simbol persatuan dan harapan baru bagi Desa Biluhu Timur.

 

93609535-5bed-4cb8-9e90-8db4de6a2685.jpg

Ditulis oleh: Galih Candra