Kreasi dan Belajar Pengolahan Sampah dalam Kegiatan Eco-Brick Fun Learning

Sekolah Pesisir kembali hadir bersama tim KKN-PPM UGM Pesisir Gorontalo 2025. Tahun ini, Sekolah Pesisir bersama Pesisir Gorontalo hadir di Desa Biluhu Timur dan Desa Kayubulan. Sekolah Pesisir mengajak siswa-siswa dari sekolah dasar maupun anak-anak desa untuk mengikuti pembelajaran interaktif dan edukasi pengetahuan dalam bentuk kegiatan yang menyenangkan. Salah satu bentuk pengetahuan dan nilai-nilai yang diajarkan dalam program bertajuk Sekolah Pesisir adalah membangun kesadaran terhadap kebersihan lingkungan dan cinta alam melalui edukasi interaktif yang berkelanjutan.

Program Break It, Make It Eco-Brick merupakan salah satu bentuk program Sekolah Pesisir yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran kebersihan lingkungan bagi anak-anak. Program ini dilaksanakan pada hari Jumat (18/7/2025) di SD Negeri 7 Batudaa Pantai dalam kegiatan berjudul Eco-Brick Fun Learning. Kegiatan ini menyasar pada anak-anak sekolah dasar khususnya di kelas 3 SD. Kegiatan ini dilaksanakan selepas apel pagi dan senam anak-anak yang biasa dilaksanakan pada hari Jumat dan berjalan selama seharian penuh.

Kegiatan ini dimulai dengan pemaparan materi edukasi mengenai pengolahan sampah dan limbah anorganik. Anak-anak kelas 3 SD diajak untuk mengenal berbagai bentuk sampah anorganik seperti sampah kantong belanja, sampah kemasan makanan, sampah kemasan minuman, sampah plastik bekas, dan sampah-sampah kemasan lainnya. Pemaparan materi selanjutnya adalah pengetahuan seputar metode-metode pengolahan sampah dan limbah yakni Reduce, Reuse, dan Recycle (3R). Setelah pemaparan materi, anak-anak kemudian diajak untuk menonton video edukasi mengenai jenis-jenis sampah di lingkungan, beragam contoh sampah anorganik, dan metode pengolahan limbah dan sampah dalam 3R.

Setelah berkegiatan di kelas, anak-anak beranjak ke lapangan untuk melakukan praktik pembuatan eco-brick yang dikemas dalam sebuah pertandingan. Kelas dibagi menjadi 2 tim dan mereka bertanggungjawab terhadap tugas yang diberikan dalam setiap babaknya. Tugas yang dibagi ada 2, yakni memotong-motong sampah plastik dan limbah kemasan serta memasukkan sampah-sampah yang sudah dicacah ke dalam botol dan dipadatkan. Setiap babaknya diberi waktu 10 menit, dan ketika bel waktu berbunyi maka kedua tim tersebut harus bertukar peran dan tanggungjawab. Tim yang memiliki progres yang pesat dan mampu mengumpulkan sampah serta botol brick lebih banyak akan dinobatkan menjadi pemenang.

Babak pertama dimulai, tim 1 ditugaskan untuk mencacah sampah-sampah plastik menjadi potongan kecil dan tim 2 bertugas memasukkan potongan-potongan sampah ke dalam botol dan memadatkan sampah-sampah di dalam botol. Anak-anak terlihat sangat antusias dengan kegiatan dan tugasnya. Mereka terlihat sangat semangat dalam memotong sampah-sampah serta membuat brick dengan memadatkan sampah-sampah di dalam botol. Tidak terasa, bel waktu berbunyi menandai babak pertama selesai dan mereka bertukar peran. Dengan peran barunya, semangat anak-anak di dalam tim tidak memudar dan mereka masih tetap mempertahankan jiwa kompetitif mereka dengan berlomba-lomba mengumpulkan potongan sampah plastik dan botol-botol brick yang banyak.

Kegiatan ini menjadi pengalaman baru yang menarik antusias anak-anak di SDN 7 Batudaa Pantai. Pertandingan yang digelar di lapangan ini juga menarik antusias anak-anak dari kelas lainnya yang tiba-tiba berpartisipasi dalam kegiatan. Anak-anak dari kelas 2, kelas 4, dan kelas 6 berjibaku membantu kedua tim di dalam menyelesaikan peran mereka. Tugas memotong sampah-sampah kemasan dan membuat botol brick dengan memadatkan sampah pada botol pun tak luput dari serbuan anak-anak kelas lainnya yang tiba-tiba ikut membantu.

Antusiasme anak-anak dalam kegiatan eco-brick fun learning ini menjadi nilai positif yang menunjukkan adanya semangat anak-anak dalam membawa perubahan bagi lingkungan. Dengan praktik mengolah sampah anorganik menjadi eco-brick, anak-anak belajar mengelola sampah-sampah yang mereka hasilkan dan mendaur ulang limbah menjadi barang yang lebih berguna. Produk eco-brick yang telah dibuat oleh anak-anak akan diolah menjadi tempat sampah yang diletakkan di sekolah. Kegiatan ini menjadi bentuk nyata dalam meningkatkan kesadaran anak-anak terhadap pengelolaan sampah dan pemanfaatan limbah dalam bentuk daur ulang sampah anorganik menjadi produk eco-brick. Selain nilai-nilai, program juga berkontribusi terhadap pengendalian sampah di sekolah dengan pengadaan tempat sampah dari eco-brick yang diletakkan di lingkungan sekolah.

DSC02325.JPG

Ditulis oleh: Andaru Sheera Kristianto