“Sekolah Pesisir”, salah satu program yang dibawakan oleh tim KKN-PPM UGM Pesisir Gorontalo kembali hadir yang salah satunya berlokasi di Desa Biluhu Timur, Kecamatan Batudaa Pantai. Sekolah Pesisir mengajak siswa-siswi usia Sekolah Dasar (SD) ataupun anak-anak desa untuk mengikuti pembelajaran interaktif dan edukatif yang diselenggarakan baik secara formal maupun informal. Beberapa bentuk pengetahuan dan nilai yang diajarkan dalam program ini antara lain membangun kesadaran terhadap kebersihan lingkungan, kepedulian terhadap masa depan, serta peningkatan kreativitas pada anak-anak.
Program yang dibawakan oleh tim Pesisir Gorontalo tahun 2025 ini dikemas melalui berbagai kegiatan tematik yang interaktif dan edukatif, salah satunya yakni “Aksi Literasi” yang rutin dilakukan setiap minggu. “Aksi Literasi” merupakan salah satu program dari Sekolah Pesisir berisikan kegiatan mendongeng bersama anak-anak di tepi pantai pada sore hari. Beriringan dengan diadakannya Pojok Baca di salah satu tempat yang berada di tepi pantai Biluhu Timur, program ini bertujuan untuk meningkatkan minat literasi anak-anak di lingkungan pesisir, dalam hal ini di Desa Biluhu Timur.
Seminggu dua kali pada sore hari, anak-anak berkumpul di atas tikar yang digelar di rumah kayu, diiringi suara debur ombak dan semilir angin laut. Mahasiswa KKN-PPM UGM membacakan cerita rakyat, fabel, dan dongeng inspiratif dengan gaya ekspresif dan menyenangkan. Anak-anak diajak terlibat, baik melalui pertanyaan, ekspresi, maupun menceritakan kembali kisah versi mereka sendiri. Suasana yang diciptakan tidak hanya membangun kedekatan emosional, tetapi juga menghadirkan pengalaman belajar yang menyenangkan dan bermakna.
Kegiatan yang berlangsung sejak 11 Juli 2025 ini menjadi sarana untuk memperkenalkan kosakata baru, membangun daya imajinasi, dan menumbuhkan kebiasaan mendengarkan serta berpikir kritis. Melalui dongeng, anak-anak juga diperkenalkan pada nilai-nilai kehidupan seperti kejujuran, keberanian, dan cinta lingkungan.
Kehadiran Pojok Baca turut mendukung kegiatan ini dengan menyediakan bahan bacaan tambahan yang dapat dibaca sebelum atau sesudah sesi mendongeng. Buku-buku yang disediakan pun dipilih sesuai usia dan minat anak-anak, mulai dari cerita bergambar, ensiklopedia mini, hingga buku aktivitas. Anak-anak bebas memilih, membaca, atau hanya sekadar melihat-lihat gambar sambil menikmati suasana sore.
Melalui program ini, tim KKN-PPM UGM berharap agar anak-anak tidak hanya terpapar pada bacaan, tetapi juga mengalami literasi sebagai bagian dari keseharian mereka. Nandini, salah satu penyelenggara Aksi Literasi mengungkapkan bahwa program ini dihadirkan bukan sebagai kewajiban, melainkan sebagai kegiatan menyenangkan yang mampu membentuk karakter dan cara pandang mereka terhadap dunia. “Di tepi pantai yang sederhana, semangat belajar dan mencintai buku perlahan tumbuh, menjadi fondasi penting bagi masa depan anak-anak pesisir Biluhu Timur,” sambungnya.
Ditulis oleh: Nandini Mu'afa

