Desa Biluhu Timur yang terletak di Kecamatan Batudaa Pantai, Kabupaten Gorontalo, kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap isu lingkungan. Melalui program kerja mahasiswa KKN PPM UGM 2025 yang berjudul “Tempat Pembuangan Sementara (TPS) di Desa Biluhu Timur,” mereka melaksanakan pembangunan dua unit tempat sampah khusus botol plastik dengan menggnakan bahan baja ringan sebagai bahan utamanya. Sebuah langkah kecil dari mahasiswa KKN PPM UGM 2025 namun penuh makna dalam mendukung pengelolaan sampah yang lebih tertib, berkelanjutan, dan ramah lingkungan.
Dalam beberapa waktu lalu, sampah berserakan menjadi tantangan besar bagi banyak daerah, termasuk wilayah pesisir seperti Desa Biluhu Timur Kecamatan Batudaa Pantai dikarenakan mayoritas masyarakat membuang sampah tidak pada tempatnya. Botol plastik, sebagai salah satu jenis limbah yang sulit terurai, berisiko mencemari lautan, merusak ekosistem, dan membahayakan biota laut. Menyadari hal ini, mahasiswa KKN PPM UGM 2025 ingin membantu masyarakat Biluhu Timur berinisiatif membangun fasilitas sederhana namun fungsional untuk mengelola sampah plastik secara lebih sistematis.
Program yang dibawakan mahasiswa KKN PPM UGM 2025 ini bukan sekadar menambah jumlah tempat sampah, melainkan sebuah gerakan edukatif dan preventif bagi Masyarakat Desa Biluhu Timur. Program ini memiliki beberapa tujuan utama yaitu:
- Mengurangi pencemaran lingkungan akibat sampah botol plastik.
- Meningkatkan kesadaran masyarakat terkait pentingnya lingkungan.
- Memberikan fasilitas yang ramah pengguna.
- Mendukung pengumpulan sampah plastik untuk proses daur ulang.
Berbeda dari tempat sampah konvensional, dua unit TPS ini dirancang khusus untuk menampung botol plastik dan dibuat dari bahan baja ringan. Material ini dipilih karena memiliki ketahanan tinggi terhadap cuaca tropis di pesisir serta mudah dibentuk. Selain itu, desain terbuka dengan rongga di beberapa sisi memudahkan proses ventilasi, sehingga sampah botol tidak menimbulkan bau menyengat atau menjadi sarang nyamuk. Secara struktur, tempat sampah memiliki rangka yang kokoh dan dapat dipindah sewaktu-waktu. Ukurannya disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat lokal dan diletakkan di titik-titik strategis yang dekat dengan pusat kegiatan warga.
Pembangunan TPS ini tidak lepas dari keterlibatan langsung masyarakat. Mulai dari proses perencanaan, pemilihan lokasi, hingga pembangunan fisik, semua dijalankan dengan prinsip partisipatif. Hal ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa memiliki dan tanggung jawab warga terhadap keberlanjutan TPS.
Tidak hanya itu, tokoh masyarakat dan pemuda desa turut ambil bagian dalam menyosialisasikan pemanfaatan TPS ini. Dengan memberikan edukasi secara langsung, mereka mendorong warga untuk lebih peduli terhadap lingkungan, dimulai dari kebiasaan kecil membuang botol plastik di tempat yang tepat.
Ke depan, TPS ini diharapkan dapat menjadi bagian dari rantai ekonomi sirkular. Botol plastik yang dikumpulkan secara rapi berpotensi dijual atau disalurkan ke industri daur ulang, sehingga menghasilkan nilai tambah bagi masyarakat. Dengan begitu, program ini tidak hanya berdampak lingkungan, tetapi juga memiliki dimensi ekonomi dan sosial.
Tentunya, setiap program memiliki tantangan. Salah satu tantangan terbesar adalah menjaga keberlanjutan dan komitmen masyarakat dalam menggunakan TPS secara konsisten. Oleh karena itu, perlu adanya dukungan berkelanjutan dari pihak desa, tokoh masyarakat, serta pendampingan teknis dari dinas lingkungan hidup atau lembaga mitra lainnya.
Di sisi lain, Kawan GNFI, program ini memberikan harapan bahwa perubahan bisa dimulai dari hal kecil dan sederhana. Meskipun hanya dua unit TPS yang dibangun, dampaknya bisa meluas apabila terus dikembangkan dan direplikasi oleh dusun-dusun lain di Gorontalo maupun daerah-daerah pesisir lainnya.
Pembangunan Tempat Pembuangan Sementara khusus botol plastik di Desa Biluhu Timur adalah langkah nyata menuju lingkungan yang lebih bersih dan sehat. Inisiatif ini mencerminkan sinergi antara masyarakat, alam, dan semangat perubahan. Semoga semangat seperti ini dapat terus tumbuh, menyebar, dan menginspirasi desa-desa lain di seluruh Indonesia.
Kawan GNFI, mari bersama-sama mulai dari hal kecil: memilah sampah dari rumah dan mendukung upaya-upaya lokal dalam menjaga bumi kita.
Ditulis oleh: Muhammad Hisyamuddin Nurrochman

