Pada Kamis (3/7/2025), mahasiswa KKN-PPM UGM menghadirkan kegiatan Sekolah Pesisir dikhususkan untuk anak-anak usia SD dan SMP. Salah satu rangkaian kegiatan di dalamnya yakni penayangan short-film berjudul “Nyla”. Film ini menceritakan mengenai seorang anak yang mempunyai mimpi menjadi pemain sepak bola, tetapi dihadapkan dengan berbagai masalah pelik sebagai tantangannya. Akan tetapi, dengan semangat, komitmen, dan konsistensi yang dilakukan, mimpi tersebut menjadi kenyataan hingga dapat bermain sepak bola di kancah internasional mewakili Timnas Indonesia.
Kegiatan dimulai dengan sesi tanya jawab interaktif berhubungan dengan mimpi serta cita-cita yang dimiliki setiap anak. “Nama saya Nagita, saya bercita-cita menjadi perawat ketika besar nanti,” ucap salah satu peserta lantang ketika ditunjuk untuk maju dan memperkenalkan diri. Mayoritas cita-cita yang disebutkan meliputi dokter, tentara, dan perawat. Beberapa dengan lantang menjawab keinginannya, beberapa juga masih bingung dan hanya mengikuti temannya.
Kegiatan dilanjutkan dengan pemutaran short-film “Nyla”. Sesi ini berlangsung dengan khusyuk, semua mata anak-anak tertuju pada film yang tengah diputarkan. Setelah penayangan, mahasiswa melempar pertanyaan, “siapa yang berani bercerita tentang film apa barusan?” peserta ramai mengangkat tangan untuk menjawab. Mahasiswa juga menjelaskan lebih lanjut mengenai film tersebut dan implikasinya dalam kehidupan nyata menggunakan bahasa yang mudah dipahami anak-anak.
Penayangan ini diharapkan dapat menjadi salah satu metode yang asik dan inovatif untuk pembelajaran anak usia dini. Film dengan visual dan cerita yang menarik dapat merangsang otak anak-anak untuk lebih mudah paham dan berkesan hingga kelak. Terlihat peserta sumringah setelah menonton bersama, juga masih paham dan dapat menceritakan dengan lancar mengenai film tersebut.
Tak hanya bagi anak-anak, kegiatan ini juga berkesan untuk mahasiswa sebagai penyelenggara. Mereka merasakan kepuasan tersendiri melihat antusiasme peserta, sekaligus belajar bahwa pesan moral dapat tersampaikan dengan efektif melalui media yang kreatif. Interaksi langsung dengan anak-anak membuat mahasiswa lebih memahami cara berkomunikasi yang sesuai dengan usia, karakter, dan latar belakang peserta.
Ditulis oleh: Faza Naufal

